FPS

NyEPi NontON “tHE HeaRTbREak KId”

Genre : Komedi/Romantis
Sutradara : Bobby dan Peter Farrelly
Skenario : Scott Armstrong, Leslie Dixon, Bobby Farrelly, Peter Farrelly, Kevin Barnett
Pemain : Ben Stiller, Jerry Stiller, Michele Monaghan, Malin Akerman
Klasifikasi : Dewasa

Edward Cantrow (Ben Stiller), berjalan di tengah kota bersama sang ayah, Doc (Jerry Stiller) guna membicarakan masalah pernikahan anaknya yang belum terlaksana di usianya hampir empat puluhan. Masalah biasa yang terjadi disebagian masyarakat Eropa, dimana sebenarnya permasalahan pernikahan dapat dinegosiasikan. Menikah tidak hanya melulu masalah usia. Bahwa, ada kompromi-kompromi, mengenai kesiapan mental, kecocokan pasangan serta implikasi yang mungkin timbul jika pernikahan dilaksanakan tanpa ada unsur keduanya. Kira-kira seperti itu pesan yang coba disampaikan melalui film ini,                                                    dengan sutradara bersaudara, Bobby dan Peter Farrelly.

Cerita dalam film ini berjalan selayaknya adegan yang menampilkan Edward dan ayahnya, Doc berjalan bersama. Semua berjalan biasa saja. Pangkal masalah justru timbul, ketika Edward bertemu dengan gadis Lila (Malin Akerman), sepulang dari pesta perkawinan mantan kekasihnya. Love at the first sight, sepertinya sensasi itulah yang dialami Edward. Proses yang ternyata menjadi pemicu konflik dan beberapa kejadian lucu yang kemudian banyak bermunculan antara mereka.

Sebagai film genre komedi romantis, sisi komedi yang ditampilkan dalam cerita terlihat biasa saja. Sangat sedikit sekali adegan maupun dialog yang menampilkan kelucuan. Untuk cerita, kelucuan-kelucuan itu ditampilkan dengan terkesan sedikit ‘memaksa’. Pertemuan sepasang suami istri yang tengah bulan madu dengan resepsionis hotel Uncle Tito (Carlos Mencia), terlihat sangat tidak natural, sehingga butuh dua-tiga kali pengulangan metode yang sama untuk dapat menampilkan sensasi “lucu” bagi penonton.

Ben Stiller, yang awalnya sempat main dibeberapa film, seperti Duplex, Meet The Parents, dan There’s Something About Mary, bermain bagus disini. Sedangkan, lawan mainnya Miranda (Michele Monaghan), mampu mengimbangi kekonyolan Ben.

Sekadar catatan, disini terletak pada plot film ini. Alur cerita begitu sederhana dan sangat mudah ditebak. Film ini berakhir dengan anti-klimaks, dimana pemain di film itu berputar dalam konflik yang sama di akhir cerita. (Indra L. Ochid)

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. fitria878 said, on March 7, 2008 at 4:08 pm

    Filmnya bikin kamu sbnrnya akan terus berpikir supaya bisa menemukan “the right person” untuk kmu nikahin,untuk nemenin kmu hingga akhir hayatmu?..
    padahal cinta itu bkn gmn qta untuk find the right person anyway, tapi sebenarnya untk gmn qta bs mencinta seeorang untuk seterusnya dan selamanya..
    hehem cm mnrt gw serunya nonton film nie waktu nyepi guys,, laptop ga g full bukanya, sonds seminim mgkn, bs mengandalkan teks..hehe..
    silence is gold..tapi ga lah haiii buat g..teteup nonton dvd dunk ah!

  2. saylow said, on March 11, 2008 at 4:48 pm

    Ketawanya pasti ditahan-tahan yah, pan nyepi😛. Nyari ahk ke sakura kayaknya ok juga melengkapi koleksi film cheese.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: